Penyebab Bau Mulut Dan Cara Mengatasinya Pada Penderita Diabetes

Penyebab Bau Mulut Dan Cara Mengatasinya Pada Penderita Diabetes, Bau mulut biasanya disebabkan malas sikat gigi atau karena habis makan makanan yang memicu napas bau. Padahal sebenarnya bukan itu saja penyebabnya. Diabetes juga merupakan salah satu kondisi yang dapat memicu bau mulut. Bagaimana bisa terjadi bau mulut karena diabetes? Mari simak ulasannya berikut ini.

Penyebab bau mulut karena diabetes
1. Penyakit periodontal

Diabetes merupakan kondisi yang dapat merusak pembuluh darah, serta dapat mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh Anda, termasuk gusi. Tanpa disadari, banyak para diabetesi (sebutan bagi pengidap diabetes) yang memiliki masalah pada gusinya. Masalah pada gusi ini termasuk dalam penyakit periodontal.

Penyakit periodontal adalah peradangan pada gusi yang termasuk gingivitis, periodontitis ringan, dan periodontitis lanjut. Saat peradangan ini terjadi, bakteri akan menyerang jaringan dan tulang yang mendukung gigi Anda. Peradangan ini dapat memengaruhi metabolisme dan meningkatkan gula darah yang malah dapat memperburuk diabetes Anda.

Menurut laporan di IOSR Journal of Dental and Medical Sciences, diperkirakan satu dari tiga orang dengan diabetes mengalami penyakit periodontal yang dapat menyebabkan bau mulut karena diabetes. Pasalnya, jika gusi dan gigi Anda tidak mendapat pasokan darah yang cukup, mereka jadi lemah dan lebih rentan terhadap infeksi.

Diabetes juga dapat meningkatkan kadar glukosa di mulut yang bisa mendorong pertumbuhan bakteri, infeksi, dan napas berbau. Tak jarang, kondisi ini membuat diabetesi lebih sulit menyembuhkan infeksi gusi dan bau mulutnya daripada orang yang sehat-sehat saja.

Selain bau mulut, penyakit periodontal memiliki tanda-tanda berikut:

  • Gusi berwarna merah dan jadi lembut
  • Gusi gampang berdarah
  • Gigi gampang sensitif
  • Gusi jadi surut, atau lebih turun ke bawah memperlihatkan gigi
2. Keton

Pada orang diabetes, tubuh mereka tidak dapat membuat insulin secara cukup sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi. Lalu untuk mengimbanginya, tubuh Anda akan beralih membakar lemak. Nah, lemak tubuh yang terbakar ini akan menghasilkan keton pada tubuh Anda.

Selain saat lemak dibakar, keton juga dapat muncul saat Anda berpuasa atau jika Anda sedang diet tinggi protein dan diet rendah karbohidrat. Sayangnya, kondisi lemak yang dibakar tubuh sebagai bahan bakar energi ini sering menghasilkan dampak bau mulut.

Untuk para diabetesi, kondisi bau mulut karena diabetes ini sering disebut ketoasidosis diabetik (DKA). Gejala DKA meliputi:

  • Napas bau
  • Lebih sering buang air kecil daripada biasanya
  • sakit perut, mual, atau muntah
  • Kadar gula dalam darah tinggi
  • Sesak atau sulit bernapas
  • Merasa linglung atau pusing

DKA adalah kondisi berbahaya, sebagian besar sering terjadi pada orang-orang dengan diabetes tipe 1 yang gula darahnya tidak terkontrol. Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Bagaimana mencegah bau mulut karena diabetes?

Pencegahan bau mulut karena diabetes dapat dilakukan jika Anda menjalani pola hidup sehat dan olahraga teratur. Coba untuk mengurangi asupan karbohidrat berlebih seperti nasi dan roti tawar. Mulai beralih ke makanan kaya akan serat dan protein.

Jika Anda kesulitan untuk mengurangi porsi nasi dalam makanan sehari-hari, coba ganti nasi putih dengan nasi merah yang kandungan seratnya 6 kali lipat nasi putih, sehingga lebih mengenyangkan dan sangat dianjurkan bagi diabetesi.

Berikut merupakan pencegahan bau mulut karena diabetes lainnya yang bisa Anda ikuti:

  • Sikat gigi paling sedikit dua kali dalam sehari.
  • Lakukan flossing atau menggunakan benang untuk mengangkut sisa makanan di sela gigi
  • Jangan lupa untuk menyikat atau membersihkan lidah Anda. Lidah merupakan salah satu tempat berkembang biak utama untuk bakteri yang memicu napas bau.
  • Minumlah air cukup dan jangan biarkan mulut atau tenggorokan jadi kering.
  • Jaga kadar gula darah Anda dalam angka yang normal.
  • Gunakan permen atau permen karet tanpa kandungan gula untuk merangsang air liur.
  • Jika ingin makan atau minum yang manis-manis, gunakan pemanis rendah kalori.
  • Kunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan lanjut. Pastikan dokter gigi tahu Anda menderita diabetes.
  • Dokter atau dokter gigi Anda mungkin meresepkan obat untuk merangsang produksi air liur.
  • Jika Anda memakai gigi palsu, pastikan ukuran dan posisinya pas di mulut. Jangan lupa untuk mencopot gigi palsu di malam hari saat mau tidur
  • Jangan merokok!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *