WC Duduk Vs WC jongkok Lebih Sehat Mana Menurut Dokter ??

wc duduk vs wc jongkokWC Duduk Vs WC jongkok Lebih Sehat Mana Menurut Dokter ?? Di Indonesia, toilet yang digunakan umumnya adalah toilet jongkok dan toilet duduk. Pada awalnya, toilet yang kita gunakan ialah toilet jongkok, namun seiring masuknya pengaruh budaya Barat, toilet duduk mulai banyak digunakan, terutama di gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Namun, tahukah Anda bahwa toilet duduk disebut sebagai penyebab sejumlah masalah kesehatan seperti wasir, sembelit, IBD (penyakit radang usus), usus buntu, dan bahkan serangan jantung? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita lihat penjelasannya berikut ini.

Berbagai masalah yang bisa ditimbulkan posisi BAB duduk

Jongkok adalah posisi BAB yang dilakukan oleh nenek moyang kita hingga pertengahan abad ke-19. Toilet yang dibuat seperti kursi hanya dipakai untuk raja dan orang-orang yang memiliki disabilitas (kecacatan fisik). Namun, “kemajuan” dari bangsa Barat merupakan hal yang menjadi penyebab meningkatnya penyakit usus besar dan penyakit panggul, seperti yang dijelaskan pada laporan dalam Israel Journal of Medicine Science.

Seiring berlangsungnya globalisasi, toilet jongkok dikonversi menjadi toilet duduk. Ini adalah suatu perkembangan yang buruk bagi masyarakat. Terdapat beberapa masalah kesehatan yang berpotensi berasal dari posisi BAB duduk, seperti wasir (hemorrhoid) dan fisura anal (robekan pada anus).

Posisi BAB mempengaruhi posisi usus

Bukti menunjukkan bahwa masalah usus dan panggul berkaitan dengan posisi BAB yang tidak tepat. Posisi BAB jongkok merupakan posisi terbaik karena Anda dapat mendorong pengosongan usus seluruhnya. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar, posisi BAB jongkok sebenarnya dapat meluruskan dan melemaskan rektum Anda.

wc duduk vs wc jongkok

Untuk keamanan, alam telah sengaja menciptakan hambatan untuk proses BAB yang hanya bisa dihilangkan dengan berjongkok. Posisi duduk dapat menyebabkan rektum tertahan oleh otot puborectalis. Hambatan ini membuat pengosongan kotoran menjadi sulit dan tidak sempurna, sama seperti mengendarai mobil tanpa melepaskan rem tangan.

Kesimpulannya, toilet duduk yang membuat individu melakukan posisi BAB duduk, telah menyebabkan sejumlah besar penderitaan yang tidak perlu. Manfaat ilmiah dari berjongkok di atas seharusnya menjadi pelajaran untuk kita kembali ke posisi BAB yang lebih alami. Namun, jika Anda telah menggunakan toilet duduk seumur hidup Anda dan belum pernah melakukan posisi jongkok sejak kecil, maka mungkin butuh waktu untuk membiasakan diri menggunakan toilet jongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *